Dari kelas bawah, tempe terangkat menjadi makanan primadona yang
kaya gizi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai
obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan
pencegah penyakit degeneratif
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk
isoflavon
Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan
yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal
bebas.
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron
tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat menyebabkan tumor, kanker,
penuaan, dan kematian sel. Radikal bebas dapat berasal dari makanan sehari-hari
yang kita makan atau reaksi yang terjadi di dalam tubuh. Adanya antioksidan dalam
makanan akan mencegah terbentuknya radikal bebas tersebut.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein.
Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan
faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat
dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat
terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus
dan Coreyne bacterium.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan
bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat
mencegah kanker prostat dan payudara.
Penuaan (aging) merupakan suatu proses yang secara normal terjadi di dalam tubuh.
Proses penuaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu gizi, radikal bebas,
sistem kekebalan tubuh, dan sebagainya. Proses penuaan dapat dihambat bila dalam
makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup.
Mengingat tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam
jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Jadi
dapat dikatakan bahwa makan tempe membuat awet muda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar